Cara Membuat Plugin WP

Kenapa saya mau mengulik tentang Wordpress Karena wordpress ini berbasis CMS Didalam CMS nggak perlu lagi yang namanya pengkodean dari awal Namun jika ingin menambah pengaturan lain dari WP pun, pihak WP menyediakan plugin sebagai tambahan agar kita bisa leluasa untuk menambah fungsi terbatas pada wordpress Untuk tema dari wordpress pun bisa juga, tinggal menambah folder pada wordpress Nah kali ini membahas bagaimana cara menambah plug in (menancapkan kalo di indonesiakan ya) Tanpa menulis ulang ini ada beberapa tutorial untuk mempermudah penjelasan daripada membuat dari awal, karena terbatasnya waktu juga: http://jagocoding.com/tutorial/463/Membuat_Plugin_Wordpress_Sederhana https://goindoti.blogspot.co.id/2016/08/pengembangan-sistem-informasi.html https://www.advernesia.com/blog/wordpress/definisi-plugin-dan-cara-membuat-plugin-wordpress/ Sekian semoga bermanfaat Wassalamualaikum wr wb

Langkah-langkah agar bisa membuat Video Game Sendiri

Tulisan ini adalah tulisan dari referensi2 yang bertebaran di dunia maya cara membuat video game dengan baik
Mendesain video game bukanlah pekerjaan yang mudah.
Tapi jika kau punya ide yang sayang jika dilewatkan, tidak ada waktu yang lebih tepat untuk mulai daripada sekarang. 
Dengan menyebar luasnya tren pengembangan secara mandiri atau independen, membuat sebuah game tidak pernah semudah atau semurah sekarang ini.
Ikuti saja panduan ini untuk mulai mendesain dan membuat game impian Anda, lalu bagikan ke seluruh dunia ide game mu tersebut.

Membuat Fondasinya/Dasarnya

Pilih Genre Game
Meskipun semua game yang sukses punya keunikan masing-masing, hampir semua game bisa masuk ke dalam genre tertentu. Menentukan game seperti apa yang ingin Anda buat, dan lihat apa yang dimiliki oleh game lain dengan genre yang sama. Beberapa genre yang umum antara lain:

  • Arcade
  • Shooter atau game menembak
  • Puzzle atau game teka-teki
  • Platformer
  • Racing atau game balapan
  • Endless runner
  • RPG
  • First person shooter
  • JRPG atau RPG yang berorientasi pada cerita
  • Tower defense
  • Horor
  • Fighter atau game berkelahi
  • Komedi
Pilih Platform Game
Platform yang kamu pilih untuk mengembangkan game Anda akan memberi dampak signifikan terhadap cara pengembangannya. Platform yang Anda pilih menentukan bagaimana game itu akan dikendalikan. Misalnya, game ponsel pintar biasanya dibuat dengan basis sentuhan dan gerakan, game komputer biasanya menggunakan keyboard dan mouse, sedangkan game konsol biasanya menggunakan pengendali/control gamenya.
  • Ada beberapa pengecualian untuk semua aturan tersebut. Tapi Anda biasanya akan mendesain game dengan lebih mudah jika berpatok pada metode kontrol tertentu.
  • Jika Anda ingin membuat game iPhone, Anda perlu mengajukannya ke Apple Store dari sebuah komputer Mac.

Menulis Desain Awal
Desain awal ini harusnya terdiri dari beberapa halaman, tapi akan menjadi inti pengalaman gameplay yang akan kamu buat. Desain ini mengandung konsep utama dari game kamu, dan akan memungkinkan kamu melihat apakah ide mu benar-benar bisa direalisasikan sebagai sebuah video game.


Mulai dengan Filosofi Inti
Pernyataan ini berperan sebagai motivasi yang ada di balik pembuatan game mu. Pernyataan ini bentuknya sederhana dan langsung menjelaskan apa inti dari game kamu. Lihat kembali pernyataan ini untuk memastikan bahwa game masih mengarah pada tujuan dasarnya. Berikut beberapa contoh filosofi inti:
  • Game ini merupakan simulasi sebuah stasiun luar angkasa ekonomi.
  • Game ini memungkinkan kamu bermain sebagai sebuah mobil yang bergerak.
  • Game ini menguji refleks pemainnya.

Tuliskan Fitur-Fitur Game
Fitur-fitur dalam game adalah hal yang membuat game kamu berbeda dari game lain dengan genre yang sama. Mulailah dengan menuliskan ide dan konsep mu. Kemudian ubah konsep tersebut menjadi kalimat yang berbasis tindakan. Cobalah untuk membuat lima hingga 15 fitur. Misalnya:
  • Konsep: Konstruksi stasiun luar angkasa.
  • Fitur: Bangun dan kelola stasiun luar angkasa pribadi kamu.
  • Konsep: Kerusakan dari asteroid.
  • Fitur: Berusaha selamat dari benda berbahaya seperti asteroid, percikan api dari matahari, dan komet.
  • Menuliskan fitur mu dari awal memungkinkan kamu untuk membentuk fiturnya satu per satu di dokument desain. Ini juga akan membuat proyek Anda lebih fokus dan "mencegah terusnya bertambah ide" di tengah-tengah proses pengembangan.
  • Terus merevisi fitur ini sampai kamu merasa puas dan yakin semua fitur tersebut bisa mewakili game yang ingin kamu buat.

Istirahatlah.

Letakkan desain awal ini di dalam laci dan coba untuk tidak memikirkannya selama satu atau dua minggu. Kamu ingin kembali melihat desain awal itu dengan perspektif yang baru untuk membantu menentukan apakah proyek ini benar-benar layak untuk dilakukan atau mungkin kamu perlu merevisi atau membuat ulang desain awalnya.



Menulis Dokumen Desain

  1. Mulai dengan Menulis Detail dari Intinya. Dokumen desain adalah tulang punggung dari video game Anda. Dokumen ini mengandung deskripsi detail dari mekanisme, plot, latar belakang, desain estetika, dan masih banyak lagi dari game Anda. Untungnya, format dokumen ini tidak begitu penting dibandingkan isinya dan tidak perlu dipusingkan.
    • Dokumen desain adalah hal yang sangat penting terutama jika Anda mengelola tim yang terdiri dari pemrogram dan seniman. Pastikan dokumen yang Anda buat ditujukan untuk mereka, bukan untuk konsumen akhir. Hindari menjadi samar atau tidak jelas dan paparkan detail tiap mekanisme gamenya secara menyeluruh.
    • Tidak semua game punya dokumen desain, dan dua buah dokumen desain tidak mungkin mirip satu sama lain. Gunakan langkah-langkah berikut ini sebagai petunjuk, tapi buatlah dokumen Anda sebebas mungkin sesuai dengan apa yang dibutuhkan game Anda.
  2. Merumuskan Daftar Isinya Every single aspect of the game needs to be addressed in the table of contents. The only thing that doesn't need to be included is the story, unless the story is fundamentally connected to the mechanics of the game.[1]
    • Approach the table of contents in a similar way as you would a game manual. Start with broad sections, such as Character Creation, Combat, and Main Interface, and then flesh each one of these sections out with subsections.
    • Think of the table of contents as an outline for the game. You will be going into much more detail for each entry in the table
  3. Isi setiap bagian Didokumen mu Setelah daftar isinya dibuat, mulailah menjelaskan mekanismenya. Luangkan waktu untuk menjelaskannya secara detail sehingga tidak akan ada kebingungan ketika Anda mulai melakukan pemrograman. Tiap mekanisme harus dijelaskan secara menyeluruh sehingga tidak akan ada kebingungan ketika Anda mengimplementasinya.
  4. Buat bersama orang lain atau tim (kerjasama) Tergantung dari pendekatannya, membuat desain game adalah sebuah proses kolaboratif. Masukan dari orang lain bisa membantu agar game Anda tetap terfokus serta menyorot area yang belum dipertimbangkan dengan baik.

Mulai Memprogram

  1. Tentukan game engine yang mau digunakan Engine adalah basis utama game Anda yang mengandung berbagai alat pengembangan untuk memudahkan pembuatan game. Membuat game menggunakan engine yang sudah ada tentu jauh lebih hemat waktu dan sederhana dibanding membuat engine baru dari awal. Ada banyak engine yang didesain untuk pengembang indie. 
    • Engine biasanya membuat manipulasi grafis, suara, dan AI menjadi lebih mudah.
    • Masing-masing engine punya kelebihan dan kekurangan. Beberapa engine lebih cocok untuk grafis 2D, sedangkan engine lain lebih cocok untuk grafis 3D. Beberapa engine memerlukan pengetahuan pemrograman yang lebih dibandingkan engine lain. Ada beberapa alat pengembangan game yang bisa Anda gunakan tanpa memerlukan pengalaman pemrograman. Beberapa engine pengembangan yang pouler antara lain:
    • GameMaker: Studio - Salah satu engine 2D yang paling populer.
    • Unity - Sebuah engine 3D yang populer karena mudah digunakan dan portabel.
    • RPG Maker VX - Sebuah scripting engine yang dibuat untuk game RPG 2D atau JRPG tradisional.
    • Unreal Development Kit - Engine 3D yang bisa diaptasi menjadi berbagai fungsi.
    • Source - Engine 3D yang sangat populer serta terus diperbarui dan dimodifikasi.
    • Project Spark - Engine 3D yang dioptimalisasi serta ditujukan untuk pengguna biasa.
  2. Pelajari engine Anda, atau cari orang yang tahu tentang engine tersebut Tergantung dari engine apa yang dipilih, Anda mungkin akan menghadapi tantangan pemrograman yang cukup signifikan. Bahkan engine yang paling dasar memerlukan waktu untuk dipahami cara manipulasinya. Jika pemrograman yang diperlukan sudah di luar kemampuan Anda, pelajarilah terlebih dahulu atau rekrut seseorang yang ahli.
    • Ini akan menjadi awal dari fase pembentukan tim Anda. Jika Anda tidak bisa melakukan pemrograman, Anda perlu merekrut seorang pemrogram terlebih dahulu. Anda bisa memikirkan desain grafis dan suara nanti, karena Anda harus segera membuat prototipe sebelum bisa melanjutkan proyeknya.
    • Ada banyak komunitas pengembang atau pemrogram independen yang bisa Anda hubungi. Orang akan bergabung dalam sebuah proyek karena berbagai macam alasan dan kompensasi. Di sinilah sebuah dokumen desain game yang solid bisa membantu, karena dokumen yang solid memperlihatkan bahwa Anda punya komitmen terhadap ide Anda.
  3. Buat prototype Setelah Anda menguasai engine yang dipilih, buatlah prototipe game Anda. Protitpe ini berfungsi sebagai uji coba awal terhadap fungsi utama game Anda. Anda tidak perlu grafik atau audio untuk prototipe. Cukup buat placeholders sederhana (seperti kubus atau orang-orangan tangkai) dan area uji coba yang kecil.[2]
    1. Uji coba dan sempurnakan prototipe Anda terus menerus untuk memastikan game Anda menyenangkan. Catat segala sesuatu yang tidak bekerja dengan baik atau terasa kurang, dan tinjau ulang semua mekanik yang terlibat di dalamnya. Jika prototipenya tidak menyenangkan, game akhirnya juga tidak akan menyenangkan.
    2. Akan ada fitur yang tampaknya mudah dan memungkinkan, tapi ternyata tidak bekerja dengan baik ketika dibuat dengan engine yang Anda pilih. Anda harus siap dengan kenyataan prototipe Anda akan berubah sampai berkali-kali sembari Anda memperbaiki segala hal yang tidak bekerja dengan baik.[3]
  4. Menyempurnakan Control / Kendali main game Fungsi paling dasar dalam game adalah interaksi pemain dengan game melalui beberapa input kendali. Gunakan prototipe ini untuk memastikan bahwa kendali game Anda sudah dibuat sesempurna mungkin.
    • Game dengan kendali yang buruk akan membuat pemain frustasi. Game dengan kendali yang sempurna akan membuat keahlian pemain dibayar setimpal.

    Membuat Asset Game

    1. Pertimbangkan kebutuhan Proyek Game
    2. Buat draf kasar untuk beberapa Desain Visual / Scratch
    3. Mendesain World(dunia) atau Struktur dari Proyek Game.
    4. Mengembangkan Asset Visual
    5. Merekam Asset Audio

    Menggabungkan Kesemuanya(Desain,Program,Asset)

    1. Memainkan Game Kamu sesering Mungkin
    2. Tetap Fokus pada Filosofi Intinya
    3. Poles, poles lagi, dan poles terus, haluskan.

    Menguji Coba Game yang sudah dibuat

    1. Mulai Mencari Bug / Kesalahan
    2. Melakukan tindakan yang biasanya tidak kamu coba.
    3. Memprioritaskan bug yang akan diperbaiki.
    4. Memperhatikan orang lain bermain.

    Merilis Game

    1. Memeriksa aturan perilisan program yang tertera di engine yang kamu gunakan.
    2. Membangun animo untuk game mu.
    3. Menentukan layanan distribusi mu.
    4. Dukung Gamemu / Kelola dan topang game kamu.


    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    Cara Membuat Plugin WP